Tendinitis adalah suatu iritasi atau peradangan yang terjadi pada tendon. Tendon merupakan jaringan yang menghubungkan otot ke tulang dan membantu dalam pergerakan. Ketika tendon ini mengalami peradangan, otot akan terasa nyeri saat digerakkan. Tentu saja penderitanya merasa terganggu dalam aktivitasnya.

Kondisi ini bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, meski umumnya menyerang bagian siku, bahu, lutut, tumit, dan pergelangan kaki. Penyebabnya adalah aktivitas berlebihan yang melibatkan otot dan ligamen. Kondisinya bisa makin serius jika tidak segera ditangani dan bisa menyebabkan tendon putus. Inilah penjelasan selengkapnya.

Gejala Mengalami Tendinitis

Benarkah Tendinitis adalah Peradangan Serius? Simak Penjelasannya Berikut

Setiap gangguan pada bagian tubuh pasti menimbulkan gejala. Gejala tendinitis adalah timbulnya rasa nyeri, terutama saat menggerakkan bagian sendi yang terserang. Selain itu, timbul pula pembengkakan ringan disertai rasa nyeri saat ditekan. Warna kemerahan juga muncul disertai rasa panas. Dalam sebagian besar kasus, kondisi seperti ini masih bisa ditangani sendiri.

Apabila gejalanya berlanjut dan disertai dengan kekakuan pada sendi serta tendon, sangat disarankan untuk memeriksakannya ke dokter. Kegiatan yang sudah mulai terganggu dengan tendinitis ini, penanganan medis sudah harus segera dilakukan sebelum terlambat.

Faktor Risiko Terjadinya Tendinitis

Seseorang lebih berisiko mengalami peradangan tendon apabila mengidap kondisi tertentu, di antaranya obesitas, diabetes, dan rheumatoid arthritis. Pemakaian berbagai antibiotik juga berpengaruh. Seiring bertambahnya usia, risiko seseorang mengalami peradangan tendon ini juga semakin besar. Hal ini terkait dengan berkurangnya fleksibilitas ligamen.

Kebiasaan dalam beraktivitas juga menjadi pemicu peradangan. Apabila Anda suka melakukan olahraga tertentu yang melibatkan otot, seperti angkat beban, tinju, push up, dan sebagainya, pasti kondisi tendon akan lebih tertekan. Sama halnya ketika melakukan olahraga yang butuh banyak latihan, seperti basket, tenis, golf, atau renang, tanpa memperhatikan istirahat, pasti akan melemahkan tendon. Alhasil, timbullah peradangan yang menyebabkan berbagai keluhan, termasuk rasa nyeri.

Tendinitis adalah peradangan yang bisa makin serius efeknya ketika Anda terus menerus merokok. Kebiasaan ini bisa mengganggu kesehatan tubuh. Meskipun efeknya tidak langsung terjadi, namun tetap meningkatkan risiko mengalami peradangan tendon. Pekerjaan tertentu juga memicu, khususnya pekerjaan yang melibatkan gerakan berulang kali.

Komplikasi Tendinitis

Dalam kondisi yang parah, peradangan tendon juga dapat mengarah pada komplikasi. Hal ini terjadi ketika dibiarkan saja tanpa adanya penanganan serius yang akhirnya menimbulkan persoalan baru. Contoh komplikasi tendinitis adalah putusnya tendon dan tendinosis (tendon mengalami perubahan degeneratif).

Untuk itu, segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Hal ini sangat penting untuk menghindari kemungkinan terjadinya peradangan tendon. Penanganan secara medis sangat membantu memberikan penanganan tepat agar kondisi tendon bisa kembali normal dan kuat.

Pengobatan Penderita Tendinitis

Setelah melalui pemeriksaan medis, pasien yang mengalami peradangan pada tendon akan melalui rangkaian pengobatan. Dikutip dari halodoc.com, penanganan pertama pada penderita tendinitis adalah meredakan peradangan serta mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan dengan memberikan obat pereda rasa sakit serta suntikan kortikosteroid.

Meski demikian, suntikan kortikosteroid tidak direkomendasikan untuk kasus tendonitis kronis yaitu yang sudah berlangsung tiga bulan lebih karena bisa meningkatkan risiko robeknya tendon. Selain obat yang diminum, terdapat krim yang efektif meredakan nyeri. Plasma darah kaya trombosit juga termasuk pilihan pengobatan.

Setelah penanganan tersebut, terdapat metode terapi fisik yang diberikan kepada pasien. Tujuannya tentu saja sebagai latihan untuk mengatasi tendinitis kronis. Latihan ini menitikberatkan terjadinya kontraksi otot dalam kondisi memanjang. Gerakan ini berguna merenggangkan serta menguatkan bagian otot tendon yang mengalami peradangan.

Tindakan operasi juga diberikan pada penderita tendinitis parah yaitu ketika kondisinya sudah menyebabkan robeknya tendon, terutama saat tendon terpisah dari tulang. Prosedur operasi untuk kasus tendinitis parah adalah menggunakan gelombang ultrasonik atau USG dan peralatan operasi yang sangat kecil atau disebut FAST (Focused Aspiration of Scar Tissue).Berbagai gejala dan penyebab peradangan tendon di atas harus dipahami agar Anda bisa mencegahnya. Perhatikan kondisi tubuh dan jangan berlebihan dalam beraktivitas agar gangguan kesehatan bisa dicegah. Tendinitis adalah peradangan yang berujung serius jika penyebabnya juga ekstrim dan faktor risikonya tinggi.